Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung resmi menandatangani kerja sama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Denpasar Raya. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam upaya penanganan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di Bali, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat produksi sampah yang tinggi.
Dalam keterangannya di Denpasar pada Selasa (14/4), Koster menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi lintas pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi berkelanjutan. “Pemprov Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar resmi menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan fasilitas PSEL Denpasar Raya,” ujarnya. Proyek ini diharapkan mampu mengolah sampah secara lebih efektif sekaligus menghasilkan energi listrik sebagai nilai tambah.
Menurut Koster, penandatanganan perjanjian tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang telah berlangsung lama. Permasalahan sampah di Bali, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung, membutuhkan solusi terintegrasi yang mampu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan secara menyeluruh.
Pembangunan PSEL menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam pengelolaan sampah modern, di mana limbah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi. Dengan teknologi yang tepat, fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) serta menekan dampak pencemaran yang dihasilkan dari penumpukan sampah.
Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan efisien. Selain memberikan manfaat lingkungan, proyek PSEL juga berpotensi mendukung ketahanan energi daerah. Dengan komitmen bersama yang telah dibangun, diharapkan pembangunan fasilitas ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bali.
