Menteri LH: Lebih dari 60 Persen Masyarakat Bali Mulai Memilah Sampah dari Sumber

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar, telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam praktik pemilahan sampah. Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari 60 persen masyarakat telah mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Capaian ini dinilai sebagai langkah penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di daerah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan Menteri LH ke TPST Kesiman Kertalangu pada Jumat (17/4), yang turut didampingi oleh Wayan Koster dan I Gusti Ngurah Jaya Negara. Kunjungan ini menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap implementasi pengelolaan sampah di tingkat daerah, sekaligus evaluasi terhadap efektivitas kebijakan yang telah dijalankan.

Menurut Hanif, capaian lebih dari 60 persen masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah merupakan perkembangan yang sangat positif. Ia menilai perubahan perilaku ini sebagai lompatan budaya yang tidak mudah dicapai, mengingat pengelolaan sampah memerlukan kesadaran kolektif serta konsistensi dalam penerapannya di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Pemilahan sampah dari sumber menjadi kunci utama dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) serta meningkatkan efisiensi proses pengolahan. Dengan pemisahan antara sampah organik dan anorganik sejak awal, proses daur ulang maupun pengolahan lanjutan dapat dilakukan dengan lebih optimal, sehingga berdampak langsung pada pengurangan pencemaran lingkungan.

Pemerintah berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan hingga mencakup seluruh lapisan masyarakat. Edukasi berkelanjutan, penguatan regulasi, serta dukungan fasilitas pengelolaan sampah menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi perubahan perilaku tersebut. Dengan partisipasi aktif masyarakat, Bali diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber secara efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *