Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menekankan pentingnya aksi iklim berbasis komunitas dalam menjaga lingkungan dan mengatasi persoalan sampah. Dalam kunjungannya ke Tukad Bindu, ia menyebut kawasan tersebut sebagai contoh nyata keberhasilan kolaborasi masyarakat yang layak ditiru oleh daerah lain di Indonesia.
Saat melakukan peninjauan di Denpasar, Menteri Jumhur berdialog langsung dengan komunitas peduli sungai serta para pengelola sampah lokal yang selama ini aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Tukad Bindu. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurut Jumhur, keberhasilan Tukad Bindu tidak hanya terlihat dari kondisi sungai yang lebih bersih dan tertata, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Ia menilai model pengelolaan berbasis partisipasi warga seperti ini merupakan fondasi penting dalam penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.
“Aksi nyata seperti yang dilakukan para relawan di Tukad Bindu dalam mengelola sampah dan menjaga sungai merupakan fondasi utama ekonomi sirkular yang sesungguhnya, sekaligus menjadi urat nadi Program Indonesia ASRI,” ujar Menteri Jumhur.
Program Indonesia ASRI merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang menjadi salah satu agenda pembangunan lingkungan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Keberhasilan Tukad Bindu menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pengelolaan sampah dan pelestarian sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat langsung bagi kualitas hidup warga dan lingkungan sekitar.
