
Bangli – Suasana klasik khas Bali begitu terasa di Hutan Bambu Penglipuran saat belasan anak tampil anggun dalam lomba peragaan busana adat Bali tempo dulu. Acara ini berhasil menarik perhatian wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan budaya Pulau Dewata.
Cia, seorang wisatawan asal Manado, mengaku terkesan dengan keunikan acara ini. “Apalagi ditambah dengan berbagai event budaya Bali, menjadikan pengalaman yang berbeda bagi diri saya,” ujarnya, Senin (17/3).
Peragaan busana ini menampilkan pakaian adat Bali dari berbagai zaman, memperlihatkan keindahan serta makna filosofi di balik setiap detailnya. Anak-anak yang mengenakan pakaian tradisional ini tampil penuh percaya diri di hadapan pengunjung, menambah suasana khas masa lampau di kawasan wisata Penglipuran.
Selain sebagai hiburan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya Bali, khususnya dalam hal busana adat yang semakin jarang ditemui di kehidupan sehari-hari. “Kami ingin generasi muda tetap mengenal dan mencintai pakaian adat Bali, yang sarat nilai budaya dan sejarah,” ujar salah satu panitia acara.
Tak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara juga terlihat antusias mengabadikan momen langka ini. Mereka menyaksikan langsung bagaimana budaya Bali tetap hidup dan berkembang dalam keseharian masyarakatnya.
Menurut penyelenggara, event semacam ini akan terus digelar secara rutin untuk mendukung pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan. Dengan mengangkat kearifan lokal, diharapkan wisata Bali semakin kaya dengan pengalaman otentik bagi pengunjung.
Peragaan busana adat tempo dulu ini menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap memiliki tempat di hati masyarakat modern, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang unik bagi dunia.
Sumber: instagram – @beritabalimedia
