
Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat perubahan pola kemacetan di Jakarta selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Jika biasanya kemacetan terjadi di pagi hari, kini arus kendaraan lebih padat menjelang waktu berbuka puasa.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas mulai meningkat sekitar pukul 17.00-18.00 WIB. Setelah waktu berbuka, volume kendaraan kembali normal pada rentang waktu 18.30-19.30 WIB.
“Banyak masyarakat yang keluar untuk mencari makanan berbuka atau pulang lebih awal dari kantor, sehingga terjadi lonjakan volume kendaraan di sore hari,” ujar Argo, Sabtu (15/3).
Selain itu, kepadatan juga disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja di pasar takjil dan pusat perbelanjaan menjelang berbuka puasa. Hal ini membuat beberapa titik di Jakarta mengalami kemacetan yang lebih panjang dibandingkan hari-hari biasa.
Beberapa ruas jalan yang mengalami peningkatan kepadatan antara lain Jalan Sudirman-Thamrin, Jalan Gatot Subroto, serta kawasan sekitar pasar tradisional dan pusat kuliner. Pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi dampak kemacetan di titik-titik rawan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan menghindari jam-jam sibuk jika memungkinkan. Penggunaan transportasi umum juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah pengguna jalan mengakui bahwa kemacetan di sore hari selama Ramadhan terasa lebih padat dibanding hari biasa. “Biasanya pagi macet, sekarang justru lebih parah sore hari. Harus lebih sabar di jalan,” kata Rizki (32), seorang karyawan swasta.
Polda Metro Jaya akan terus memantau pergerakan lalu lintas selama Ramadhan dan menyesuaikan strategi pengaturan jalan sesuai kondisi di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Sumber: instagram – @infojkt
