DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali bersama panitia Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII 2025 menggelar gladi bersih pembukaan dan pelepasan Peed Aya (pawai budaya) pada Jumat, 20 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari persiapan akhir sebelum pembukaan resmi perhelatan seni budaya tahunan terbesar di Bali yang akan diadakan keesokan harinya. Gladi bersih ini melibatkan sembilan kabupaten/kota se-Bali serta partisipasi aktif dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Raya Puputan, tepat di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar—lokasi yang menjadi ikon bagi parade budaya dan pertemuan tokoh-tokoh kebudayaan nasional dan internasional. Sebagai dampak dari pelaksanaan gladi ini, akses jalan ditutup sementara untuk umum, guna menjamin kelancaran teknis dan keselamatan para peserta.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar telah menerapkan skema pengalihan arus lalu lintas, dan mengimbau seluruh masyarakat, termasuk wisatawan dan pengguna kendaraan pribadi, agar menggunakan jalur alternatif selama proses gladi berlangsung. Pengumuman resmi telah disebarkan melalui kanal informasi Pemprov Bali dan media sosial untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Kegiatan gladi ini tidak hanya menjadi latihan teknis untuk mengoordinasi barisan, tarian, musik, dan atraksi budaya dari seluruh Bali, tetapi juga momentum evaluasi terakhir panitia untuk menyempurnakan rangkaian acara pembukaan yang akan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Gubernur Bali Wayan Koster, serta delegasi kebudayaan dari berbagai negara sahabat. Panitia menegaskan bahwa semangat pelestarian budaya yang diusung dalam PKB 2025 bertema “Jagat Kerthi: Lokahita” (Menjaga Dunia untuk Kesejahteraan Semesta), mencerminkan komitmen Bali sebagai pusat peradaban budaya yang inklusif, damai, dan dinamis.
