JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan peluncuran kendaraan taktis listrik (Electric Vehicle/EV) MV3 EV bernama “Pandu”, hasil inovasi dan produksi PT Pindad, dalam pembukaan pameran Indo Defence, Indo Marine, dan Indo Aerospace 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (18/6). Kendaraan taktis tersebut menjadi simbol tonggak baru transformasi pertahanan nasional ke arah teknologi ramah lingkungan, sekaligus mencerminkan kemandirian industri pertahanan dalam menjawab tantangan era elektrifikasi militer global. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan kebanggaan atas capaian PT Pindad yang berhasil mengembangkan kendaraan tempur dengan tenaga listrik, yang tidak hanya efisien dan senyap, tetapi juga adaptif terhadap medan tempur modern dan kebutuhan logistik jangka panjang. “Hari ini kita buktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang teknologi pertahanan,” ujar Presiden di hadapan delegasi militer dan industri pertahanan dari berbagai negara.
Kendaraan taktis MV3 EV “Pandu” dirancang dengan spesifikasi militer berbasis kendaraan 4×4, mampu beroperasi di berbagai kondisi geografis, dan memiliki emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding kendaraan taktis konvensional berbahan bakar fosil. Selain itu, “Pandu” dirancang memiliki sistem baterai modular yang dapat diisi ulang secara cepat serta dilengkapi teknologi low signature mobility untuk operasi senyap. Kehadirannya di panggung Indo Defence 2025 menarik perhatian berbagai mitra internasional, termasuk perwakilan negara-negara ASEAN, Timur Tengah, dan Eropa yang menjajaki kerja sama riset dan lisensi produksi. PT Pindad menyebut peluncuran ini merupakan bagian dari roadmap besar Indonesia menuju kemandirian alutsista berbasis teknologi hijau yang dapat memperkuat postur pertahanan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional. Pemerintah berkomitmen menjadikan kendaraan listrik sebagai standar baru dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk masa depan. Dengan peluncuran Pandu, Indonesia menunjukkan bahwa modernisasi militer tidak hanya soal kekuatan, tetapi juga inovasi, keberlanjutan, dan keberanian untuk memimpin perubahan teknologi di tingkat global.
