Menko Airlangga: Ekspor Indonesia Tak Bergantung pada Pasar Amerika Serikat

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekspor Indonesia ke luar negeri tidak sepenuhnya bergantung pada pasar Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikannya di Jakarta, Kamis (10/4), menyikapi dinamika perdagangan global dan potensi dampak dari kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan oleh AS.

Menurut Airlangga, kontribusi ekspor Indonesia ke Amerika Serikat terhadap perekonomian nasional tergolong kecil. “Nilai ekspor ke Amerika Serikat hanya menyumbang sekitar 2,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pasar ekspor utama Indonesia justru adalah China. Negara tersebut menjadi tujuan terbesar pengiriman produk Indonesia, melampaui peran yang selama ini dimainkan oleh AS.

Airlangga juga menekankan bahwa pemerintah telah mengantisipasi dinamika global dengan mendiversifikasi mitra dagang. “Kita tidak tergantung pada satu negara saja. Pemerintah sedang aktif memperluas jangkauan ekspor ke berbagai negara, termasuk ke Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika,” ungkapnya.

Dari sisi volume perdagangan, Airlangga menyebut bahwa Amerika Serikat hanya menyumbang sekitar 17 persen dari total perdagangan Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara lainnya di tengah ketidakpastian global.

“Diversifikasi ini penting agar ekspor kita tidak terdampak terlalu besar jika terjadi ketegangan atau perubahan kebijakan dari negara tertentu,” jelasnya.

Pemerintah juga tengah memperkuat perjanjian dagang dan kerja sama ekonomi dengan negara-negara mitra nontradisional. Langkah ini diharapkan dapat membuka pasar baru sekaligus meningkatkan nilai ekspor produk unggulan dalam negeri seperti hasil pertanian, perikanan, dan industri manufaktur.

Selain itu, Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia akan terus mendorong peningkatan daya saing produk ekspor nasional agar lebih kompetitif di pasar global. “Kita ingin produk Indonesia mampu bersaing tidak hanya dari sisi harga, tetapi juga dari sisi kualitas dan keberlanjutan,” katanya.

Dengan strategi ekspor yang lebih luas dan beragam, Airlangga yakin perekonomian Indonesia akan tetap tangguh dan adaptif terhadap dinamika perdagangan global, termasuk tantangan dari kebijakan dagang negara besar seperti Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *