Tari Kecak Legenda Ulundanu Beratan Hibur Wisatawan di Libur Idulfitri

Tabanan – Suasana libur Idulfitri 1446 Hijriah di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulundanu Beratan, Tabanan, Bali, diwarnai dengan penampilan memukau pentas Tari Kecak yang disuguhkan oleh para seniman lokal, Senin (31/3).

Pentas seni tradisional ini mengangkat cerita tentang Legenda Pura Ulundanu Beratan, salah satu pura ikonik di Bali yang terletak di tepi Danau Beratan. Suguhan budaya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara yang menghabiskan liburan di kawasan pegunungan yang sejuk tersebut.

Tari Kecak yang dikenal dengan nyanyian “cak cak cak” khasnya, dikombinasikan dengan narasi cerita lokal, menghadirkan nuansa magis sekaligus edukatif. Para penonton, termasuk anak-anak dan keluarga, tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang berlangsung di area terbuka dengan latar pemandangan danau dan pura.

Menurut pihak pengelola DTW Ulundanu Beratan, jumlah kunjungan wisatawan selama libur Idulfitri mengalami lonjakan signifikan. Dari rata-rata 200 pengunjung per hari selama bulan puasa, kini meningkat drastis menjadi sekitar 2.000 orang per hari.

“Peningkatan ini sangat terasa sejak akhir pekan lalu. Puncaknya diperkirakan akan terjadi menjelang Minggu, 6 April mendatang,” ujar pengelola setempat. Mereka menyebut antusiasme pengunjung kali ini juga didorong oleh pertunjukan seni budaya yang rutin digelar selama masa liburan.

Selain Tari Kecak, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam Danau Beratan, mencoba wahana perahu, hingga berswafoto di area taman bunga dan patung-patung khas Bali. Kuliner lokal juga turut meramaikan kawasan dengan sajian khas pegunungan yang menggugah selera.

Pihak pengelola menyatakan komitmennya untuk terus memadukan unsur hiburan, budaya, dan edukasi agar pariwisata tetap relevan dan berkesan bagi wisatawan. Mereka juga memastikan bahwa seluruh kegiatan di DTW Ulundanu Beratan tetap mengedepankan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Dengan semakin meningkatnya kunjungan selama masa libur, para pelaku pariwisata berharap momentum ini bisa menjadi pemulihan ekonomi sektor pariwisata lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya Bali di mata wisatawan nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *