Gubernur Bali Targetkan Infrastruktur Rampung 2028

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan sejumlah proyek infrastruktur dapat selesai paling lambat tahun 2028. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar dapat berjalan lebih efektif dan merata.

Menurut Koster, proyek ini harus selesai sebelum 2029 demi mendukung perkembangan ekonomi dan pariwisata Bali. “Paling lambat 2028 sudah harus rampung, kalau pun ada kendala, 2029 semuanya sudah selesai. Kami berbagi tugas untuk mewujudkan ini,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Badung, Kamis (13/3).

Beberapa proyek strategis yang sedang dirancang melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemprov Bali dan pemerintah daerah. Sistem pembiayaan dilakukan secara kolaboratif agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien. “Ada proyek yang ditanggung provinsi, ada yang ditanggung kabupaten/kota, dan ada yang dikerjakan bersama,” jelas Koster.

Salah satu proyek utama yang menjadi prioritas adalah restorasi Pura Besakih yang sepenuhnya dibiayai oleh Pemprov Bali. Selain itu, pembangunan area parkir di Pura Batur juga menjadi tanggung jawab provinsi. Sementara itu, parkir di kawasan Pelabuhan Sanur akan dibiayai bersama antara Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar.

Pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama dalam program ini. Koster menyebutkan bahwa proyek Jalan Underpass Jimbaran dan jalur Gatot Subroto-Canggu akan sepenuhnya dibiayai oleh Pemkab Badung. Sementara itu, proyek Underpass Tohpati dikerjakan secara bersama oleh Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana. “Kami sudah berdiskusi dengan Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar karena mereka juga turut serta dalam pendanaan,” katanya.

Program pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mendukung sektor pariwisata. Koster menegaskan bahwa proyek-proyek ini dirancang untuk jangka panjang dan akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan adanya pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah provinsi dan daerah, pembangunan infrastruktur di Bali diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pemprov Bali optimistis seluruh proyek ini bisa rampung sesuai target yang telah ditetapkan.

Sumber: instagram – @infobadung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *